This is featured post 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Tampilkan postingan dengan label Materi Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kuliah. Tampilkan semua postingan

Team Work

0 komentar


TEAM WORK

2.1 Kelompok dan Tim dalam Organisasi
2.1.1 Kelompok
Kelompok (group) adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi secara reguler untuk meraih maksud atau tujuan bersama.
Kelompok kerja adalah kelompok dasar yang berinteraksi untuk berbagi informasi dan mengambil keputusan untuk membantu tiap anggota berkinerja sesuai bidang tanggung jawabnya.

Kelompok Kerja Formal dan Informal
Setiap anggota organisasi dipandang oleh orang lain sebagai anggota suatu kelompok dalam organisasi tersebut.  Kelompok mungkin didefinisikan sebagai “manajemen” atau secara lebih tertentu sebagai “ Tim Proyek A”.  Kelompok ini didefinisikan berdasarkan kerja yang dilakukan oleh anggota kelompok tersebut dan dinamakan kelompok formal.  Contoh kelompok formal dalam organisasi adalah komite, kelompok berbagai macam pekerja dan dewan direksi.  Kelompok ini biasa disebut kelompok tugas.
Kelompok informal adalah kelompok yang dibentuk berdasarkan kesukaan individu atau kemiripan minat, latar belakang, dan karakteristik pribadi.  Dalam organisasi kelompok ini juga tergolong kelompok kerja formal ( Jewell, LN; Siegall M, 1990 ).
Kelompok Referensi ( Yang Menjadi Petunjuk )
            Pada dasarnya kelompok referensi adalah kelompok apapun yang digunakan oleh individu sebagai sumber nilai, keyakinan atau sikap pribadi, atau sebagai standar untuk penilaian perilakunya sendiri.  Hal ini merupakan konsep psikologi individu, sebuah kelompok yang merupakan kelompok referensi bagi seseorang belum tentu merupakan kelompok referensi bagi orang lain, meskipun kelihatannya kedua orang tersebut sangat mirip.  Sebagai contoh The American Psychological Association merupakan kelompok referensi bagi banyak anggotanya, tetapi tidak semuanya, bagi beberapa orang keanggotaan dalam kelompok ini hanyalah merupakan cara yang baik untuk mengikuti perkembangan dalam bidang psikologi ( Jewell, LN; Siegall M, 1990 ).
Serikat Kerja : Kasus Khusus dari Keanggotaan Kelompok
            Beberapa penelitian mengenai kelompok – kelompok dalam organisasi dipusatkan pada kelompok kecil yang berada dalam perusahaan tertentu.  Namun banyak karyawan yang menjadi anggota dari kelompok yang berasal dari luar batas organisasi ataupun meliputi berbagai kelompok formal organisasi, yang paling menonjol dalam kelompok identitas ini adalah serikat kerja ( Alderfer & Smith, 1982 ).  Bagi anggota serikat kerja ini sebagian dari norma yang mempengaruhi perilaku kerja mereka berasal dari luar organisasi yang mempekerjakannya dan dipertahankan dengan mengidentifikasikan didri mereka dengan anggota lain di tempat kerja.  Bagi mereka yang menjadikan serikat pekerja sebagai kelompok referensi , pengaruh keanggotaan serikat pekerja terhadap unjuk rasa, masuk kerja, perilaku dan sikap yang lain sangat besar.
            Hammer ( 1978 ) mendapatkan bahwa serikat pekerja setempat berbeda – beda dalam hal kekuatannya, perbedaan ini mempunyai pengaruh yang penting terhadap sikap, persepsi dan perilaku para anggotanya.  Hasil risetnya menyatakan bahwa subyek  dalam penelitian tersebut merupakan anggota dari serikat pekerja setempat yang lebih kuat, sehingga menjadikan kelompok ini sebagai kelompok referensi.  Keanggotaan mereka dalam kelompok mempunyai lebih banyak pengaruh terhadap beberapa aspek perilaku mereka daripada keanggotaan mereka dalam organisasi.  Mereka beranggapan bahwa supervisor mereka mempunyai kekuasaan yang lebih sedikit terhadap mereka, ( daripada anggota dari serikat pekerja yang lebih lemah ) dan mereka hanya memberi sedikit dukungan terhadap tujuan perusahaan.  Mereka juga cenderung kurang memperhatikan untuk masuk kerja pada waktunya, dan mereka juga mendapat nilai yang lebih rendah dalam hal keramahan dan kerjasama dengan pekerja lain daripada subyek yang lain.  Subyek dalam penelitian Hammer ini menjadikan serikat pekerjanya sebagai kelompok referensi menunjukkan pola perilaku yang konsisten dengan stereotip lama sebagai “ kami-lawan-mereka”.
            Kelompok dalam organisasi kadang – melancarkan dan kadang menghambat tercapainya tujuan organisasi.  Dan kelompok yang sama dapat melakukan keduanya bersamaan pada waktu – waktu tertentu.  Semua kelompok sebenarnya mempunyai kemampuan untuk membantu atau menghambat organisasi.  Jika anggota mereka, seperti banyak anggota serikat pekerja, sangat tertarik terhadap kelompok tersebut ( dalam cara yang dapat dikatakan bahwa mereka menjadikannya sebagai kelompok referensi ) dan kemampuan ini mungkin sekali dapat direalisasikan.
            Setiap individu dapat mempunyai beberapa kelompok referensi, baik didalam maupun diluar organisasi dan mempunyai pengaruh yang cukup besar bagi para anggotanya. Dalam organisasi pengaruh ini terpisah dari pengaruh norma, aturan, kebijaksanaan, dan kepemimpinan organisasi ( Jewell, LN; Siegall M, 1990 ).
2.1.2 Tim
Tim adalah kelompok pekerja yang berfungsi sebagai satu unit, biasanya hampir tanpa supervisi, untuk mengerjakan tugas – tugas, fungsi – fungsi dan aktivitas – aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan.
Tim adalah kelompok yang usaha-usaha individualnya menghasilkan kinerja lebih tinggi daripada jumlah masukan individual. (Wikipedia Indonesia).
Tim kerja adalah kelompok dimana individu menghasilkan tingkat kinerja yang lebih besar daripada jumlah masukan individu.
Organisasi menciptakan tim untuk beberapa alasan. Pertama, tim memberikan tanggung jawab yang lebih besar dalam hal kinerja tugas kepada para pekerja yang mengerjakan tugas tersebut. Kedua, tim juga memberdayakan pekerja dengan memberikan wewenang yang lebih besar dan kebebasan dalam proses pembuatan keputusan. Selain itu juga, tim memungkinkan organisasi mengambil keuntungan dari pengetahuan dan motivasi karyawan – karyawa mereka. Terakhir, tim memungkinkan organisasi menyingkirkan birokrasi sekaligus menaikkan fleksibilitas dan daya tanggap.
Ketika memutuskan untuk menggunakan Tim, organisasi sebetulnya mengimplementasikan suatu perubahan yang berskala besar.Jika perubahan itu diimplemetasikan secara tepat, anggota – anggota tim akan memahami potensi dan nilai dari tim serta balas jasa. Jadi, penting bagi organisasi untuk menggunakan pendekatan logis dan sistematis dalam membuat perenacanaan serta mengimplemantasikan tim. Karena kemungkinan akan ada penolakan yang akan dihadapi oleh organisasi. Penolakan ini kemungkinan besar berasal dari manajer lini karena sebagian besar wewenang mereka diambil alih oleh tim.

2.1.3 Perbedaan Antara Kelompok dan Tim
Kelompok merupakan dua atau lebih individu yang berinteraksi dan saling
bergantung yang berkumpul untuk mencapai berbagai tujuan. Kelompok kerja (work group) adalah kelompok yang berinteraksi terutama untuk berbagi informasi dan membuat berbagai keputusan untuk membantu setiap anggota bekerja di dalam era tanggungjawabnya. Kelompok kerja tidak mempunyai kebutuhan atau kesempatan untuk terlibat dalam kerja kolektif yang membutuhkan usaha bersama. Jadi kinerja mereka hanya merupakan gabungan akhir dari kontribusi individu anggota kelompok. Tidak ada sinergi positif yang menciptakan seluruh tingkat kinerja yang lebih tinggi dari pada jumlah masukan. Tim kerja (work team) menghasilkan sinergi positif melalui usaha yang terkoordinasi. Usaha-usaha individual mereka menghasilkan satu tingkat kinerja yang lebih tinggi daripada jumlah masukan individual.
Definisi-definisi ini membantu menjelaskan mengapa ada begitu banyak
organisasi yang akhir-akhir ini menyusun ulang proses kerja seputar tim. Manajemen mencarai sinergi positif yang memungkinkan organisasi mereka untuk meningkatkan kinerja. Penggunaan tim secara ekstensif menghasilkan potensi bagi sebuah organisasi untuk membuahkan banyak hasil yang lebih besar tanpa peningkatan masukan. Tidak ada yang dengan sendirinya membuat berbagai tim yang memastikan pencapaian sinergi positif. Hanya semata-mata menyebut sebuah kelompok sebagai tim tidak otomatis meningkakan kinerjanya.


2.2 Tipe – tipe kelompok dan Tim
2.2.1        Tipe – tipe Kelompok
  Secara umum,ada tiga tipe dasar kelompok yaitu grup fungsional, grup tugas dan grup informal atau grup minat.
  1. Grup fungsional
Grup fungsional adalah grup permanen yang dibentuk oleh organisasi untuk meraih sejumlah tujuan organisasi dengan jangka waktu tidak terbatas.
Contoh grup fungsional yaitu pada Departemen iklan Kmart. Departemen ini bertugas membuat rencana iklan yang efektif, menaikan penjualan, menjalankan promosi dalam toko – toko, dan membangun identitas yang unik untuk perusahaan.
Grup fungsional akan terus eksis setelah meraih tujuan – tujuan yang ada tujuan – tujuan tersebut akan digantikan oleh tujuan – tujuan baru.

2.  Grup tugas
Grup tugas adalah grup yang diciptakan oleh organisasi untuk meraih lingkup tujuan yang relatif sempit dalam jangka waktu yang telah ditentukan atau diseratkan. Lingkup tujuan yang relatif sempit seperti pengembangan produk baru atau pengevaluasian prosedur penyampaian keluhan yang telah diusulkan. Contoh grup tugas, kelompok Insinyur perangkat lunak yang bekerja untuk Trilogy software, perusahaan berteknologi tinggi berbasis di Austin, Texaz. Grup ini tengah berupaya mengembangkan program aplikasi perangkat lunak baru. Setelah program itu selesai anggota – anggota grup tugas akan dikembalikan ke posisi asli mereka
.
3.  Grup Informal atau Grup kepentingan
Grup Informal atau Grup kepentingan (informal or interest group) adalah grup yang diciptakan oleh anggota – anggotanya sendiri untuk meraih tujuan – tujuan yang belum relevan dengan tujuan – tujuan organisasi.
Grup informal bisa menjadi kekuatan besar yang tidak bisa diabaikan oleh manajer. Karena mengandung kekuatan besar baik potensi kekuatan yang positif ataupun kekuatan yang negatif.
Contoh grup informal yang bisa menjadi kekuatan positif seperti Karyawan – karyawan Continental Airlines mengumpulkan sumbangan dan membeli sebuah motor untuk Gordon Bethune, CEO perusahaan, sebagai simbol dukungan dan terima kasih atas kepemimpinannya yang luar biasa. Sedangkan contoh grup informal yang bisa menjadi kekuatan negatif seperti bagaimana sekelompok karyawan sebuah pabrik mebel menggagalkan upaya atasan mereka untuk menaikkan produksi. Para karyawan secara sembunyi – sembunyi bermufakat untuk membuat produk dalam jumlah tertentu tetapi tidak mau bekerja terlalu keras. Seorang karyawan menyembunyikan setumpuk produk yang telah selesai sebagai cadangan seandainya jumlah produksinya terlalu sedikit dibandingkan lainnya dihari – hari berikut.

2.2.2 Tipe – tipe Tim
© Tim pemecah masalah
Tim ini paling populer karena beranggotakan pekerja – pekerja pintar yang disatukan untuk memecahkan suatu masalah spesifik dan kemudian dibubarkan. Tim ini beranggotakan  5 sampai 12 karyawan jam-jaman dari satu departemen yang bertemu selama beberapa jam tiap pekan untuk membahas perbaikan kualitas, efisiensi dan lingkungan kerja Dalam tim penyelesai masalah, para anggota berbagi ide atau memberikan saran mengenai bagaimana proses dan metode kerja bisa ditingkatkan; meskipun mereka jarang sekali memiliki wewenang untuk mengimplementasikan berbagai tindakan yang mereka usulkan secara unilateral. Sebagai contoh, Merril Lynch menciptakan sebuah tim penyelesai masalah untuk memikirkan cara-cara mengurangi jumlah hari yang dibutuhkan untuk membuka rekening tunai manajemen yang baru.
Dengan mengajukan pemotngan jumlah langkah dalam proses tersebut dari 46
langkah menjadi 36 langkah, tim tersebut mampu mengurangi jumlah hari ratarata dari 15 menjadi 8 hari.

© Tim manajemen
     Tim yang sebagian besar berisi manajer – manajer dari berbagai fungsi seperti penjualan dan produksi, yang mengkoordinasikan kerja sama antara tim- tim lainnya.
© Tim kerja
Tim yang bertanggung jawab atas operasi harian organisasi.  Tim ini beranggotakan  10 sampai 15 orang yang memikul tanggung jawab mantan penyelia mereka yang sangat berhubungan atau saling bergantung dan memikul tanggungjawab yang banyak dari para pengawas mereka sebelumnya. Biasanya tanggungjawab mencakup perencanaan dan pengaturan pekerjaan, pemberian tugas kepada para anggota, pengendalian kolektif atas langkah kerja, pembuatan keputusan pengoperasian, pengambilan tindakan untuk berbagai masalah serta kerjasama dengan pemasok dan pelanggan. Tim kerja yang benar-benar mengelola diri sendiri bahkan memilih para anggota mereka sendiri. Akibatnya posisi pengawasan menjadi tidak begitu penting dan bahkan mungkin akan dihilangkan
© Tim virtual
Tipe tim baru yang berinteraksi memakai komputer , anggota – anggota tim ini masuk ke dan keluar dari jaringan sesuai kebutuhan dan silih berganti menjadi pimpinan. Tim virtual menggunakan teknologi komputer untuk menyatukan anggota-anggota yang terpisah secara fisik untuk mencapai tujuan bersama. Sejumlah orang dimungkinkan untuk berkolaborasi secara online menggunakan hubungan – hubungan komunikasi seperti jaringan wide area, konferensi video, atau e-mail baik ketika mereka hanya terpisah dengan satu ruangan maupun dengan benua.
Tiga faktor utama yang membedakan tim virtual dari tim yang bertemu muka secara langsung adalah  ketiadaan isyarat-isyarat paraverbal dan nonverbal, konteks sosial yang terbatas, dan kemampuan untuk mengatasi keterbatasan waktu dan ruang.
Tim virtual sering mengalami hubungan sosial yang kurang baik dlam berinteraksi langsung antar anggota. Mereka tidak bisa meniru tindakan memberi dan menerima yang umum terjadi dari diskusi secara berhadap-hadapan. Terutama ketika para anggota belum bertemu secara pribadi, tim virtual cenderung lebih berorientasi pada tugas dan lebih sedikit bertukar informasi sosio-emosional.Tidak mengejutkan, para anggota tim virtual melaporkan kepuasan yang lebih sedikit dengan proses interaksi kelompok daripada bila dibandingkan dengan anggota tim yang bertemu secara berhadap-hadapan.
© Tim lintas fungsional
Tim lintas fungsional adalah  tenaga kerja dari tingkat hierarki yang sama, tetapi dari tempat pekerjaan yang berbeda. Boeing company menciptakan sebuah tim yang terdiri atas karyawan-karyawan dari bagian produksi, perencanaan, kualitas, peralatan, perencanaan desai dan system informasi untuk mengotomatisasi pelat-pelat dalam program C-17 perusahaan tersebut.
Contoh Boeing ini mengilustrasikan penggunaan tim lintas fungsional. Tim ini
adalah tim yang terdiri atas karyawan-karyawan yang berasal dari tingkat hierarki yang kurang lebih sama, tetapi dari berbagai bidang pekerjaan berbeda yang berkumpul untuk menyelesaikan sebuah tugas.
Tim lintas fungsioanl merupakan cara efektif yang memungkinkan orang-orangdari berbagai area yang berbeda di dalam sebuah organisasi (atau bahkan diantara organisasi-organisasi) untuk bertuka informasi, mengembangkan ide-ide baru dan menyelesaikan banyak masalah dan mengordinasi berbagai proyek yang rumit.Tentu saja tim lintas fungsional sulit untuk diatur. Pada saat perkembangan awal sering kali tim ini sngat menghabiskan waktu karena para anggota belajar untuk bekerja dengan perbedaan dan kerumitan. Dibutuhhkan waktu untuk membangun kepercayaan dan kerjasa tim, terutama diantara orang-orang yang berasal dari latar belakang berbeda dengan pengalaman dan perspektif yang juga berbeda.
© Lingkungan Kualitas
Tipe tim yang beranggotakan pekerja dan supervisor,bertemu secara berkala untlulk membahas masalah- masalah lingkungan kerja.


2.3 Mengapa individu menjadi anggota kelompok dan tim
Individu menjadi anggota kelompok dan tim untuk berbagai alasan.
· Daya Tarik Interpersonal
Salah satu alasan orang memilih membentuk grup informal atau grup kepentingan adalah karena mereka tertarik satu sama lain. Jika individu – individu sering bertemu satu sama lain, kedekatan jarak ini menaikkan kemungkinan munculnya daya tarik interpersonal. Daya tarik juga meningkat jika individu – individu memiliki sikap, kepribadian, dan status ekonomi yang sama.
· Aktivitas – aktivitas kelompok
Setiap individu – individu bisa termotivasi untuk menjadi anggota kelompok karena aktivitas – aktivitas dari kelompok mereka yang menarik bagi mereka. Sebagai contoh seseorang menjadi anggota tim bola basket bukan karena tertarik pada anggota tim yang lain tetapi semata – mata karena menjadi anngota tim bola basket memungkinkan dia berpartisipasi dalam aktivitas yang menyenangkan.
· Tujuan – tujuan kelompok
Tujuan – tujuan dari kelompok juga bisa memotivasi individu untuk menjadi anggotanya. Sebagai contoh Beragam grup pengumpulan dana. Para anggotanya barangkali tidak tertarik satu sama lain, dan mereka kemungkinan juga tidak menyukai aktivitas ketuk pintu dan minta uang, tetapi mereka menjadi anggota untuk mendukung tujuan – tujuannya.
· Pemenuhan Kebutuhan
Alasan lain individu memasuki sebuah kelompok adalah untuk memenuhi kebutuhan akan afilisiasi. Individu – individu yang baru bercerai menjadi anggota grup pendukung sebagai suatu cara untuk mendapatkan teman.
      · Manfaat – manfaat Instrumental
Alasan terakhir individu menjadi anggota kelompok adalah karena keanggotaanya kadang – kadang dipandang sebagai instrument untuk mendapatkan manfaat – manfaat lain. Sebagai contoh adalah umum bagi mahasiswa yang hampir lulus untuk menjadi anggota beberapa klub atau asosiasi profesi karena pencantuman keangotaan klub semacam itu dalam CV dianggap akan menaikkan peluang mereka mendapat pekerjaan bagus. 

2.4 Tahap – tahap  perkembangan Tim dan kelompok
      Seiring tumbuh menjadi dewasa kelompok cenderung melewati empat tahap khusus perkembangan.
ª Tahap perkembangan pertama dinamakan forming. Tahap forming yaitu tahap dimana anggota kelompok saling mengenal satu sama lain, menguji perilaku interpersonal. Pada titik ini para anggota sangat tergantung satu sama lain demi mencari tahu perilaku – perilaku apa yang dapat diterima oleh anggota – anggota yang lain.
ª Tahap perkembangan kedua, yang biasanya muncul dengan lamban adalah storming. Selama tahap ini, kelompok masih kurang padu dan pola interaksi tidak seimbang. Anggota kelompok mengembangkan struktur kelompok dan pola interaksi.
 Âª Tahap perkembangan ketiga, yang dinamakan norming, biasanya dimulai dengan semburan aktivitas. Selama tahap ini, tiap anggota mulai mengakui dan menerima perannya serta memahami peran anggota – anggota lain. Anggota juga mulai menerima satu sama lain dan rasa persatuan mulai terbangun. Pada tahap ini,  biasanya terjadi kemunduran temporer ke tahap sebelumnya. Sebagai contoh, kelompok atau  tim mungkin mulai menerima satu anggota tertentu sebagai pemimpin. Jika orang ini dikemudian hari melanggar norma – norma penting atau melakukan kesalahan yang membahayakan klaimnya atas kepemimpinannya, konflik bisa muncul karena kelompok akan menolak pimpinan ini dan mencari pimpinan baru.
ª Tahap terakhir adalah performing. Perkembangan grup atau tim secara lamban. Dalam ini tim mulai sungguh – sungguh berfokus pada masalah yang sedang dihadapi. Para anggota menjalankan peran yang telah mereka terima, interaksi terjadi, dan upaya – upaya kelompok diarahkan pada pencapaiaan tujuan.
2.5 Karakteristik – karakteristik dari Kelompok dan Tim
2.5.1 Struktur Peran
Peran merupakan bagian yang dimainkan oleh individu dalam membantu kelompok meraih tujuan yang diharapkan. Struktur peran itu sendiri adalah sekelompok peran dan hubungan antar peran yang telah didefinisikan dan diterima oleh anggota kelompok lainnya. Dalam struktur peran ini individu dalam kelompok dapat memainkan dan mengambil peran sebagai social-emosional atau spesialis-tugas. Namun adapula dari anggota pada kelompok yang tidak menjalankan peran samaskali.
Proses peran dimulai dari peran yang diharapkan oleh tiap anggota. Kemudian peran yang diharapkan diterjemahkan pada peran yang dikirim. Maksutnya adalah pesan  yang digunakan anggota tim untuk mengkomunikasikan peran yang diharapkan oleh anggota. Peran yang dirasakan oleh seorang anggota merupakan makna dari peran tersebut dan peran yang ditampilkan adalah merupakan fakta yang dilakukan oleh anggota.
Permasalahan yang dapat muncul dari sebuah peran adalah bahwa dapat terjadinya konflik antar individu karena peran masing-masing. Benturan peran ini sering terjadi, baik anatara anggota dalam satu level organisasi (contoh:antar pekerja dengan pekerja) ataupun antara atasan dengan bawahan. Kemudian adalah bahwa seorang individu yang diberikan peran berlebihan dan tidak dapat menjalankannya dengan baik maka akan terjadi permasalahan, dampaknya adalah individu tersebut justru akan membebani organisasi perusahaan baik kelompok ataupun tim dengan peran yang tidak terseleseikan.

2.5.2 Norma Perilaku
Standar dari perilaku yang bias diterima oleh tim ataupun kelompok oleh para anggota. Norma disini penting kaitannya, terutama di organisasi perusahaan atau bidang kerja lainnya. Dikarenakan bangsa Indonesia yang sangat memperhatikan norma dalam kehidupan bermasyarakat, baik itu norma agama, social, kesopanan, dan lainnya. Norma perilaku ini juga tidak dapat disamakan antar kelompok ataupun tim. Setiap organisasi memiliki norma perilaku yang berbeda-beda sesuia dengan yang berlaku pada kelompok ataupun tim masing-masing. Tiap anggota baru dalam kelompok tentunya wajib untuk belajar dan segera memahami norma perilaku yang dijalankan organisasi. Tidak menutup kemungkinan beberapa kelompok dalam satu organisasi menjalankan norma perilaku yang berbeda. Sebagai contoh aplikasi adalah bahwa kelompok security wajib melakukan hormat apabila bertemu dengan atasan kelompok tersebut, namun hal ini tidak mungkin dilakukan pada kelompok produksi karena memiliki norma perilaku yang berbeda. Namun secara umum biasanya sebuah organisasi memiliki norma perilaku umum yang berlaku dan wajib untuk dipatuhi semua individu dari kelompok ataupun tim manapun. Secara umum norma perilaku ini dapat terbentuk baik dikarenakan ketetapan dari aturan organisasi ataupun terbentuk secara alami seiring dengan berjalannya organisasi. Sehingga agar semua anggota dapat memahami dan menjalankan norma tersebut dengan baik, maka sangat diperlukan sosialisasi terhadap individu baru dalam organisasi tersebut yang pelaksanaannya harus dipantau dengan baik.

2.5.3 Kepaduan (cohesiviveness) :
Merupakan sejauh mana angota-anggota yang ada dalam kelompoksetia dan berkomitmen pada kelompok tersebut. Terdapat faktor yang dapat meningkatkan kepaduan dalam kelompok :
· Persaingan antar kelompok, hal ini dapat memicu semakin meningkatnya kepaduan dalam kelompok dan organisasi karena dengan adanya semangat bersaing antar kelompok untuk menjadi yang terbaik diantara kelompok yang lainnya, maka semua anggota akan termotivasi untuk menjadikan kelompoknya menjadi kelompok yang terbaik diantara kelompoknya. Persaingan antara kelompok ini dapat dicontohkan pada dua kelompok produksi. Bila diantara dua kelompok produksi pada organisasi akan mendapatkan bonus bila mampu mecapai hasil produksi terbaik, baik secara jumlah dan kualitas. Salah satu contoh kecil ini tentunya akan mampu menmbuat semangat persaingan antar kelompok dalam organisasi menjadi yang terbaik. Tentunya hal ini akan sangat menguntungkan bagi organisasi secara keseluruhan. Sehingga kepaduan dalam kelompok serta organisasi menjadi semakin kuat.
· Daya tarik pribadi, hal ini merupakan salah satu trik dari koordinator atau manajer yang menentukan pembagian individu dalam kelompok. Individu akan termotivasi untuk menjalankan peran dengan baik dan maksimal dalam kelompoknya karena pada kelompok tersebut terdapat ketertarikan antar individu. Hal ini lebih bersifat pribadi, namun tetap menguntungkan bagi kepaduan kelompok.
· Evaluasi yang positif, diperlukan sebuah evaluasi yang berkala serta efektif agar dapat menjadikan kelompok tersebut lebih baik. Kekurangan dan serta kelemahan yang menjadikan kelompok tidak dapat bekerja dengan maksimal dapat diminimalisir. Sangat penting bagi sebuah kelompok memiliki catatan atas evaluasi berkala yang dilakukan, hal ini agar kesalahan yang dahulu sudah terjadi tidak terulang di masa yang akan datang. Perlu juga memberikan penghargaan meskipun hanya berupa hal kecil terhadap prestasi atau perbaikan yang dapat dilakukan  oleh kelompok tersebut, baik secara individu maupun kelompok.
· Sepakat akan tujuan, sebuah kelompok yang terdiri dari anggota-anggota wajib untuk menentukan dan memiliki tujuan yang sama, atau dengan kata lain sepakat akan tujuan. Agar tiap anggota mengerti dan memahami tujuan dari kelompok tersebut. Tentunya dengan tujuan yang disepakati bersama, langkah dari anggota dan kelompok tersebut memiliki tujuan dan jalur yang jelas, sehingga dapat mencapai tujuan dengan baik. Dengan tujuan yang telah disepakati oleh seluruh anggota tentunya kepaduan antar anggota dan kelompok tersebut menjadi kuat. Kesepekatan akan tujuan ini tidak hanya pada kelompok ataupun tim tersebut, namun sebuah organisasi juga harus memiliki kesepakatan tujuan yang jelas.
· Interaksi, baik antar individu dalam kelompok ataupun kelompok dengan kelompok dalam satu organisasi harus dipelihara dengan baik. Tugas ini dibebankan kepada semuan pihak dalam organisasi, namun yang utama adalah bahwa seorang coordinator ataupun manajer harus mampu membangun suasana dan kondisi interaksi yang baik dalam kelompok, tim, dan organisasi.
Namun terdapat pula Faktor-faktor yang apat mengurangi kepaduan dalam kelompok dan tim, yaitu :
·Ukuran kelompok, ukuran yang semakin besar cenderung dapat mengurangi kepaduan antar kelompok. Sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut hendaknya sebuah kelompok dibentuk secara proporsional.
·Ketidaksepakatan tujuan, adalah bila dalam sebuah kelompok tidak mampu untukimenentukan tujuan yang disepakati tentunya akan membuat kepaduan dalam kelompok akan berkurang. Hal ini dikarenakan antar individu terdapat perbedaan tujuan. Dengan bebedanya tujuan tersebut akan dapat mengganggu kinerja kelompok dan keduan dalam kelompok tersebut.
·Persaingan intra kelompok, sering kali terjadi persaingan dalam sebuah kelompok yang disebabkan banyak factor. Mulai dari kepentingan pribadi atau lainnya. sebagai contoh anggota kelompok yang berambisi menjadi yang terbaik dalam kelompok karena mengharapkan naik jabatan, namun melupakan tujuan utama kelompok. Sehingga terjadi persaingan yang memberikan dampak kurang baik atau bahkan merugikan kelompok dan organisasi. Atau dapat pula munculnya persaingan yang tidak sehat pada kelompok.
·Dominasi, baik oleh satu individu ataupun beberapa yang terlalu mendominasi dapat memberikan dampak yang kurang baik dalam kelompok. Hal ini karena individu yang lainnya akan terhambat untuk mampu memberikan kontribusinya terhadap kelompok. Hal ini juga dapat menghambat perkembangan sebuah kelompok.
·Pengalaman tidak menyenangkan, terkadang sebuah pengalaman yang kurang baik membuat kelompok mengalamai atau dibayangi kegagalan atau sesuatu yang kurang baik. Hal ini juga dapat menggangu kepaduan dalam kelompok tersebut.

2.5.4 Kepemimpnan Formal dan Informal
Kepemimpinan formal adalah kepemimpinan yang ditentukan atau mendapat wewenang untuk memimpin sebuah kelompok dari organisasi tersebut. Biasanya seorang manajer menunjuk seorang individu untuk menjadi pemimpin sebuah kelompok. pemimpin formal ini diwajibkan untuk mampu memimpin kelompok dengan baik. Manajer akan selalu memantau dan mengevaluasi kepemimpinan formal tersebut. Dengan ditunjukkanya pemimpin formal tersebut, maka seluruh anggota dalam kelompok tersebut bekerja sesuai dengan arahan atau kordinasi dari pemimpin formal tersebut, sesuai dengan tujuan bersama kelompok tersebut.
Kepemimpinan informal adalah berasal dari individu yang melakukan aktivitas-aktivitas kepemimpinan tetapi hak untuk melakukan aktivitas tersebut tidak diakui secara formal oleh kelompok atau organisasi. Jika kepemimpinan informal ini mampu bekerja dengan baik dan mendukung kinerja pemimpin formal, maka kelompok tersebut akan semakin baik kinerjanya. Namum disisi lain, jika kepemimpinan informal ini bekerja tidak baik atau bertentangan dengan tujuan kelompok atau organisasi tentunya dapt sangat merugikan kelompok dan organisasi. Sebagai contoh pemimpin informal yang yang tidak disiplin dan menentang kebijakan organisasi. Hal ini dapat memicu individu lainnya dalam kelompok untuk tidak bekerja sesuai dengan tujuan kelompok dan organisasi tersebut.

2.6  Mengelola Konflik dalam Kelompok
Konflik adalah proses yang dimulai ketika satu pihak menganggap pihak lain secara negatif mempengaruhi, atau akan secara negatif mempengaruhi, sesuatu yang menjadi keperluan pihak pertama.
            Konflik sendiri tidak selalu harus dihindari karena tidak selalu negative akibatnya
Berbagai konflik yang ringan dan dapat dikendalikan (dikenal dan ditanggulangi) dapat berakibat positif bagi mereka yang terliba, maupun bagi organisasi.

 Transisi dalam Pemikiran konflik
1.Pandangan Tradisional
            2. Pandangan Hubungan Manusia
3. Pandangan Interaksionis

Ciri-Ciri Konflik :
Menurut Wijono( 1993 : 37) Ciri-ciri Konflik adalah :
1. Setidak-tidaknya ada dua pihak secara perseorangan maupun kelompok yang terlibat dalam suatu interaksi yang saling bertentangan.
2. Paling tidak timbul pertentangan antara dua pihak secara perseorangan maupun kelompok dalam mencapai tujuan, memainkan peran dan ambigius atau adanya nilai-nilai atau norma yang saling berlawanan.
3. Munculnya interaksi yang seringkali ditandai oleh gejala-gejala perilaku yang direncanakan untuk saling meniadakan, mengurangi, dan menekan terhadap pihak lain agar dapat memperoleh keuntungan seperti: status, jabatan, tanggung jawab, pemenuhan berbagai macam kebutuhan fisik: sandang- pangan, materi dan kesejahteraan atau tunjangan-tunjangan tertentu: mobil, rumah, bonus, atau pemenuhan kebutuhan sosio-psikologis seperti: rasa aman, kepercayaan diri, kasih, penghargaan dan aktualisasi diri.
4. Munculnya tindakan yang saling berhadap-hadapan sebagai akibat pertentangan yang berlarut-larut.
5. Munculnya ketidakseimbangan akibat dari usaha masing-masing pihak yang terkait dengan kedudukan, status sosial, pangkat, golongan, kewibawaan, kekuasaan, harga diri, prestise dan sebagainya.

Tahapan-Tahapan Perkembangan kearah terjadinya Konflik :
1.Konflik masih tersembunyi (laten)
Berbagai macam kondisi emosional yang dirasakan sebagai hal yang biasa dan tidak dipersoalkan sebagai hal yang mengganggu dirinya.
2. Konflik yang mendahului (antecedent condition)
Tahap perubahan dari apa yang dirasakan secara tersembunyi yang belum mengganggu dirinya, kelompok atau organisasi secara keseluruhan, seperti timbulnya tujuan dan nilai yang berbeda, perbedaan peran dan sebagainya.
3. Konflik yang dapat diamati (perceived conflicts) dan konflik yang dapat dirasakan (felt conflict) Muncul sebagai akibat antecedent condition yang tidak terselesaikan.
4. Konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku (manifest behavior)
     Upaya untuk mengantisipasi timbulnya konflik dan sebab serta akibat yang ditimbulkannya; individu, kelompok atau organisasi cenderung melakukan berbagai mekanisme pertahanan diri melalui perilaku.
5. Penyelesaian atau tekanan konflik
Pada tahap ini, ada dua tindakan yang perlu diambil terhadap suatu konflik, yaitu penyelesaian konflik dengan berbagai strategi atau sebaliknya malah ditekan.
6. Akibat penyelesaian konflik
Jika konflik diselesaikan dengan efektif dengan strategi yang tepat maka dapat memberikan kepuasan dan dampak positif bagi semua pihak. Sebaliknya bila tidak, maka bisa berdampak negatif terhadap kedua belah pihak sehingga mempengaruhi produkivitas kerja.(Wijono, 1993, 38-41)

Jenis-jenis Konflik
Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada lima jenis konflik yaitu
konflik intrapersonal, konflik interpersonal, konflik antar individu dan kelompok
konflik antar kelompok dan konflik antar organisasi.
Aspek  Positif  Dalam  Konflik
Konflik bisa jadi merupakan sumber energi dan kreativitas yang positif apabila dikelola dengan baik. Misalnya, konflik dapat menggerakan suatu perubahan :
§ Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka.
§ Memberikan saluran baru untuk komunikasi.
§ Menumbuhkan semangat baru pada staf. 
§ Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi.
§ Menghasilkan distribusi sumber tenaga  yang lebih merata  dalam organisasi.
PENYEBAB TIMBULNYA KONFLIK
Penyebab timbulnya konflik meliputi:
1. Perbedaan individu
2. Perbedaan Latar belakang Kebudayaan sehingga membentuk pribadi – pribadi yang berbeda.   
3. Perbedaan Kepentingan antar individu atau kelompok.
4. Perubahan – perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
5. Komunikasi
6. Variabel Pribadi

STRATEGI PENANGANAN KONFLIK
Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan :
1.      Disiplin
2.      Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan
3.      Komunikasi
4.      Mendengarkan secara aktif
Teknik Atau  Keahlian Untuk  Mengelola  Konflik
 Ada beberapa pendekatan dalam resolusi konflik yaitu tergantung pada :
1.      Konflik itu sendiri
2.      Karakteristik orang-orang yang terlibat di dalamnya
3.      Keahlian individu yang terlibat dalam penyelesaian konflik
4.      Pentingnya isu yang menimbulkan konflik
5.      Ketersediaan waktu dan tenaga
Strategi  Dalam  Menyiasati  Konflik
 1.  Menghindar
2. Mengakomodasi
3.  Kompetisi
4.  Kompromi atau Negosiasi
5.  Memecahkan Masalah atau Kolaborasi  Petunjuk  Pendekatan  Situasi  Konflik
 Ada beberapa pendekatan situasi konflik, diantaranya :
1.      Diawali  melalui penilaian diri sendiri
2.      Analisa  isu-isu seputar konflik
3.      Tinjau kembali  dan sesuaikan dengan  hasil eksplorasi diri sendiri.
4.      Atur dan rencanakan  pertemuan antara individu-individu yang terlibat konflik
5.      Memantau sudut pandang dari semua individu yang terlibat
6.      Mengembangkan dan  menguraikan solusi
7.      Memilih solusi dan melakukan tindakan
8.      Merencanakan pelaksanaannya
Manfaat yang diperoleh dari konfrontasi adalah untuk memperjelas perbedaan:
*                              Apa yang dianggap bernilai oleh kedua belah pihak
*                              Apa yang dipikirkan oleh kedua pihak
*                              Apa yang dirasakan oleh kedua pihak
*                              Apa yang ingin dilakukan oleh kedua pihak

Akuntansi Perusahaan Dagang

260 komentar

AKUNTANSI DALAM PERUSAHAAN DAGANG
1.      Pengantar
Dalam dunia usaha kita mengenal perusahaan jasa dan perusahaan dagang.Perusahaan jasa adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa, sedangkan perusahaan dagang adalah perusahaan yang bergerak dibidang pembelian dan penjualan.
Kegiatan perdagangan yang makin berkembang menuntut ketersediaan laporan keuangan yang cepat dan akurat.Seorang akuntan memiliki tugas untuk membukukan transaksi yang terjadi di perusahaan harus dapat memenuhi harapan tersebut.Hal ini dimulai dengan melakukan analisis dan mencatat transaksi secara tepat.

1.1  Pengertian Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha pokok membeli barang dari pihak lain dan menjualnya kembali kepada pihak lain tanpa mengubah wujud fisik atau sifat barang tersebut dengan tujuan untuk memperoleh laba atau keuntungan.
Barang dagangan adalah barang yang dibeli perusahaan untuk dijual kembali.Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan utama perusahaan dagang adalah membeli dan menjual barang dengan tanpa mengubah wujud fisik ataupun sifat barang tersebut.
Berikut ini merupakan karakteristik dari perusahaan dagang:
1.    Kegiatannya melakukan pembelian dan penjualan barang dagangan
2.    Pendapatannya berasal dari hasil penjualan barang dagangan
3.    Terdapat perhitungan Harga Pokok Penjualan untuk menentukan laba atau rugi
4.    Beban operasionalnya terdiri atas beban penjualan dan beban administrasi umum



1.2  Kegiatan dan Siklus Perusahaan Dagang
ü Transaksi-transaksi yang menjadi ciri-ciri perusahaan dagang yaitu sebagai berikut:
1.      Transaksi pembelian barang dagangan
Transaksi pembelian barang dagangan adalah membeli barang dagangan baik secara tunai maupun secara kredit. Jika pembeliannya secara kredit maka akan menimbulkan Utng Dagang.
2.      Transaksi Retur Pembelian dan Pengurangan harga
Transaksi retur pembelian dan pengurangan harga adalah mengembalikanatau sebagian barang yang telah dibeli kepada penjual karena rusak atau tidak sesuai dengan pesanan.
3.      Potongan Pembelian
Potongan pembelian adalah potongan yang diterima pembeli karena melunasi utang secara tunai atau lebih cepat dari pada jangka waktu yang ditetapkan dalam syarat pembayaran.
4.      Beban Angkut Pembelian
Beban angkut pembelian adalah biaya beban angkut yang ditanggung oleh pembeli.
5.      Transaksi Penjualan Barang Dagangan
Transaksi penjualan barang dagangan adalah menjual barang dagangan baik secara tunai maupun kredit. Jika penjualannya secara kredit maka akan menimbulkan piutang dagang.
6.      Retur Penjualan dan Pengurangan Harga
Retur penjualan dan pengurangan harga adalah menerima kembali sebagian barang yang telah dijual dari pembeli karena rusak atau tidak sesuai dengan pesanan.
7.      Potongan Penjualan
Potongan penjualan adalah potongan yang diberikan oleh penjual karena pelunasan piutang dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam syarat pembayaran.
8.      Beban Angkut Penjualan
Beban angkut penjualan adalah biaya beban angkut untuk mengirim barang yang ditanggung oleh penjual.
9.      Pembayaran Utang
Pembayaran utang adalah melunasi kewajiban atas pembelian barang dagangan secara kredit.
10.  Penerimaan Piutang
Penerimaan piutang adalah menerima pelunasan piutang atas penjualan secara kredit.
11.  Persediaan Barang Dagangan
Barang dagangan yang dibeli untuk dijual kembali ada kalanya selama periode tertentu belum seluruhnya terjual sehinga pada akhir periode tertentu masih terdapat sisa barang dagangan. Sisa barang dagangan yang belum terjual ini setelah dihitung nilainya akan dicatat pada akun persediuaan barang dagangan. Bukti pencatatan untuk persediaan barangdagangan ini adalah bukti memorial.

ü    Syarat Pembayaran dan Penyerahan Barang
1.      Syarat Pembayaran
Syarat pembayaran  yang biasanya berlaku dalam transaksi jual beli antara lain sebagai berikut:
a)      Pembayaran tunai atau on cash, artinya pembayaran dilakukan pada saat terjadinya penyerahan barang dagangan dari penjual kepada pembeli atau pada saat terjadinya transaksi jual beli.
b)      Pembayaran kredit atau on account, artinya pembayaran dilakukan selang beberapa waktu setelah penyerahan barang dari penjual kepada pembeli. Jangka waktu pembayaran (saat jatuh tempo) biasanya dicantumkan dalam faktur atau bukti transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan. Syarat-syarat pembayaran yang tercantum dalam faktur antara lain adalah sebagai berikut:
v  Syarat n/30
Artinya pembeli harus melunasi harga barang paling lambat 30 hari setelah tanggal transaksi.
v  Syarat 2/10 n/30
Artinya pembeli akan mendapatkan potongan sebesar 2 % apabila ia melunasi harga barang paling lambat 10 hari setelah tanggal transaksi atau pembeli melunasi harga barang dalam kurun waktu 30 harisetelah tanggal transaksi tanpa mendapatkan potongan.
v  Syarat EOM (End of Month)
Artinya harga bersih faktur harus dilunasi paling lambat pada akhir bulan dan pihak penjual tidak memberi potongan tunai kepada pembeli
v  Syarat 2/15 EOM
Artinya adalah jika pembayaran dilakukan dalam waktu 15 hari maka pembeli akan mendapatkan potongan 2 %, sedangkan pembayaran dilakukan selambat-lambatnya pada akhir bulan.

2.      Syarat Penyerahan Barang
Syarat penyerahan barang merupakan kesepakatan antara pihak penjual dan pihak pembeli yang berhubungan dengan tempat barang yang akan diserahterimakan setelah terjadi kecocokan atau kesesuaian mengenai harga. Jadi syarat penyerahan adalah perjanjian antara kedua belah pihak mengenai siapa yang akan menanggung biaya pengiriman barang dari gudang penjual sampai ke gudang pembeli. Beberapa syarat penyerahan yang biasanya terjadi dalam jual beli barang yaitu sebagai berikut:
a)      FOB Destination Point (free on board destination point)
FOB destination point atau frangko gudang pembeli yaitu biaya angkut barang mulai dari gudang penjual sampai kegudang pembeli ditanggung oleh penjual. Hak kepemilikan barang masih ditangan penjual sampai barang sampai ketangan pembeli.
b)      FOB Shipping Point (free on board shipping point)
FOB shipping point atau frangko gudang penjual adalah biaya angkut barang mulai dari gudang penjual sampai gudang pembeli menjadi tanggungan pembeli. Hak kepemilikan barang sejak keluar dadri gudang penjual sudah menjadi hak pembeli.
c)      CIF (cost, insurance and freight)
CIF adalah pihak penjual menanggung biaya pengiriman barang dan premi asuransi kerugian atas barang tersebut.
d)     CIFIC (cost, insurance, and freight inclusive commission)
CIFIC adalah pihak penjual menanggung biaya pengiriman barang, premi asuransi kerugian serta tanggungan biaya komisi atas barang tersebut.

1.3  Perbedaan Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang
a.       Perusahaan Jasa
Perusahaan jasa adalah suatu perusahaan yang kegiatan usahanya ditujukan untuk memperoleh pendapatan/penghasilan melalui pelayanan jasa-jasa tertentu.Dalam proses perusahaan jasa hanya melakukan kegiatan menjual jasa. Dan ini yang menjadikan perusahaan jasa sangat mudah di lakukan proses penjurnalan. Akan tetapi jangan lupa jika melakukan proses penjurnalan dan pembuatan laporan keuangan harus dengan teliti. Jika salah sedikit bisa membuat kesaalahan pada laporan - laporan selanjutnya.
 Perusahaan jasa tidak memiliki persediaan barang, sehingga dalam laporan laba rugi tidak terdapat komponen atau akun harga pokok penjualan
b.      Perusahaan Dagang
Dalam proses perusahaan dagang,ini terjadi banyak kegiatan jadi lebih rumit daripada perusahaan jasa. Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan usahanya melakukan transaksi pembelian barang dagang kemudian untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuknya.kegiatan dalam perusahaan dagang ialah : Membeli barang dagang , Menjual barang dagang , Memberikan potongan jika perlu. dan lain-lain. Inilah juga yang membuat perusaahn dagang harus meiliki akuntan yang sangat teliti. Karena ke depannya perlu sekali seorang akuntan untuk bisa meninjau , membuat , memberikan informasi berupa alaporan yang valid dan bisa di pertanggungjawabkan.pada perusahaan dagang muncul akun persediaan dan membutuhkan perhitungan Harga pokok penjualan.

1.4  Aturan Debit Kredit dalam Akuntansi Perusahaan Dagang
   Pada hakekatnya aturan debit dan kredit yang terdapat dalam perusahaan dagang tidak berbeda jauh dengan perusahaan jasa, hanya saja pembeda dari kedua perusahaan dagang tersebut yaitu adanya akun yang tidak terdapat dalam perusahaan jasa tetapi ada dalam perusahaan dagang. Untuk lebih jelasnya kita lihat aturan-aturan debit dan kredit yang terdapat dalam perusahaan dagang sebagai berikut :
Nama Akun
Debit
Kredit
Saldo Normal
Kas
+
-
Debit
Kendaraan
+
-
Debit
Piutang Dagang
+
-
Debit
Barang Habis pakai
+
-
Debit
Peralatan Kantor
+
-
Debit
Gedung
+
-
Debit
Tanah
+
-
Debit
Perabotan
+
-
Debit
Perlengkapan
+
-
Debit
Asuransi di bayar dimuka
+
-
Debit
Sewa dibayar dimuka
+
-
Debit
Beban dibayar dimuka
+
-
Debit
Biaya Sewa
+
-
Debit
Macam-macam biaya
+
-
Debit
Gaji Pegawai
+
-
Debit
Biaya Bunga
+
-
Debit
Biaya Promosi
+
-
Debit
Prive
+
-
Debit
Utang dagang
-
+
Kredit
Utang Jangka Panjang
-
+
Kredit
Utang Jangka Pendek
-
+
Kredit
Pendapatan
-
+
Kredit
Modal
-
+
Kredit
Pendapatan lainnya
-
+
Kredit
Pendapatan diterima dimuka
-
+
Kredit
Beban yang masih harus dibayar
-
+
Kredit
Sewa diterima dimuka
-
+
Kredit
Persediaan barang dagangan
+
-
Debit
Penjualan
-
+
Kredit
Retur penjualan dan pengurangan harga
+
-
Debit
Potongan penjualan
+
-
Debit
Beban angkut penjualan
+
-
Debit
Pembelian
+
-
Debit
Retur pembelian dan pengurangan harga
-
+
Kredit
Potongan pembelian
-
+
Kredit
Biaya angkut pembelian
+
-
Debit

2        Jurnal Umum
Berikut ini merupakan cara pencatatan transaksi-transaksi dalam jurnal umum:
1.         Pencatatan transaksi pembelian
Pada saat pembelian barang dagangan akan dicatat dengan mendebit akun pembelian dan mengkredit akun kas (jika pembelian secara tunai) atau mengkredit akun utang dagang (jika pembelian secara kredit)
Ø  Contoh 1:
Pada tanggal 5 Mei 2011 PT.Andalas membeli barang dagangan secara tunai kepada PT. Royal sebesar Rp. 200.000
Ø  Penyelesaian:
Transaksi diatas akan dicatat dalam jurnal umum sebagai berikut:
5/5    Pembelian                 Rp. 200.000                -
Kas                              -           Rp. 200.000

Ø  Contoh 2:
Pada tanggal 7 Mei PT. Andalas membeli barang dagangan secara kredit kepada PT. Royal sebesar Rp. 200.000
Ø  Penyelesaian:
Transaksi diatas akan dicatat dalamjurnal umum sebagai berikut:
7/5     Pembelian               Rp. 200.000                -
Utang Dagang             -           Rp. 200.000

2.      Pencatatan transaksi retur pembelian dan  pengurangan harga
Barang yang dibeli ada kalanya tidak sesuai dengan pesanan, maka barang tersebut dapat dikembalikan kepada penjual atau dilakukan pengurangan harga pembelian. Transaksi tersbut diatas dicatat dengan mengkredit akun retur pembelian dan pengurangan harga pembelian, serta mendebit akun kas jika pembelian secara tunai. Apabila pembelia secara kredit maka akun yang di debit adalah akun utang dagang.

Ø  Contoh 1:
Pada tanggal 12 Mei 2011 PT Andalas mengembalikan barang yang dibeli secara tunai pd tanggal 5 Mei  kepada PT Royal karena rusak sebesar Rp 50.000
Ø  Transaksi diatas akan dicatat PT Royal dalam jurnal umum sebagai berikut:
12/5   Kas                                   Rp 50.000               -                                                   Retur Pembelian                    -           Rp 50.000

Ø  Contoh 2:
Pada tanggal 14 Mei 2011 PT Andalas mengembalikan barang yang dibeli secara kredit dari PT Widya sebesar Rp 50.000
Ø  Transaksi diatas akan dicatat dalam jurnal umum sebagai berikut:
                         14/5   Utang Dagang              Rp 50.000                   -
                     Retur Pembelian                  -           Rp 50.000

3.      Pencatatan transaksi potongan pembelian
Dalam pembelian barang telah ditentukan syarat pembayaran pada faktur, misalnya 2/10 n/30. Artinya pembeli akan mendapatkan potongan sebesar 2% dari harga awal barang dagang apabila pembeli melunasi utangnya paling lambat 10 hari dari tanggal transaksi atau pembeli tidak akan mendapatkan potongan jika melunasi utangnya dalam kurun waktu 30 hari.
Ø  Contoh :
Pada tanggal 24 Mei 2011 PT Intn membayar utang sebagai pelunasan faktur pembelian tertanggal 20 Mei 2011 kepada PT Bumi Persada sebesar Rp 400.000 dengan syarat 2/10, n/30
Ø  Penyelesaiannya:
Karena pelunasan faktur dilakukan pada tanggal 24 Mei 2011 atau 4 hari  setelah tanggal transaksi, maka tramsaksi terjadi dalam masa potongan. Perhitungan potongan yang diterima PT Intan Perwira dan jumlah yang harus dibayar adalah sebagai berikut:
     Jumlah harga dalam faktur              =Rp 4.000.000
     Pot. Tunai 2% x Rp 4.000.000       =Rp    800.000+
     Jumlah yang harus dibayar              =Rp 3.200.000
Ø  Transaksi tersebut akan dicatat dalam jurnal umum  sebagai berikut:
24/5   Utang Dagang        Rp 4.000.000            -
                 Kas                              -             Rp 3.200.000
                 Pot.Pembelian             -             Rp    800.000
4.      Pencatatan transaksi beban angkut pembelian
Jika dalam syarat penyerahan barang ada FOB Shipping Point, yaitu biaya angkut atas barang dari gudang penjual sampai ke tempat pembeli menjadi tanggungan pembeli.
Ø Contoh 1:
Pada tanggal 20 Mei 2011 PT Andalas membeli barang dagangan  dari PT Purnama seharga Rp 500.000 dengan syarat 2/10, n/30. Syarat penyerahan barang FOB Shipping Point. PT Andalas membayar biaya angkut atas barang tersebut kepada jasa pengiriman barang sebesar Rp 60.000
Ø Transaksi tersebut akan dicatat dalam jurnal umum sebagai berikut:
                      i.            Jurnal membeli barang:

20/5    Pembelian                 Rp 500.000                -
                 Utang Dagang               -             Rp 500.000
                       ii.          Jurnal membayar biaya angkut barang:
20/5    Beban Angkut Pemb.   Rp 60.000                -
                                    Kas                              -               Rp 60.000
Walaupun syarat penyerahan barang adalh FOB Shipping Point, terkadang penjual membayar lebih dulu biaya angkut pembelian. Selanjutnya biaya angkut tersebut dibebankan kepada pembeli dengan menambahkannya pada jumlah faktur pembelian.
Ø  Contoh 2:
Dari contoh nomor 1 diatas misalkan biaya angkut barang tersebut sementara dibayar lebih dulu oleh PT Purnama dan dibebankan kepada PT Andalas dengan menambahkannya pada faktur pembelian.
Ø  Transaksi tersebut diatas dicatat dalam jurnal umum sebagai berikut:
i.  Jurnal pembelian barang
20/5  Pembelian               Rp 500.000                 -
             Utang Dagang                -              Rp 500.000
ii.   Jurnal membayar biaya angkut pembelian
20/5  Beban Angkut Pemb.       Rp 60.000        -
               Utang Dagang                         -               Rp 60.000

5.      Pencatatan transaksi penjualan
Penjualan barang dagangan dapat dilakuakn secara tunai atau kredit. Jurnal untuk mencatat suatu transaksi penjualan terdiri atas mendebet akun kas (jika penjualan tunai) atau mendebet akun piutang dagang (jika penjualan kredit) dan mengkredit akun penjualan.
Ø  Contoh 1:
Pada tanggal 5 juni 2011 PT Naharina menjual barang dagangan secara tunai kepada PT Andalas sebesar Rp 1.500.000
Ø  Transaksi tersebut akan dicatat oleh PT Naharina dalam jurnal umum sebagai berikut:
5/6   Kas                                     -                       Rp 1.500.000
                           Penjualan         Rp 1.500.000                            -

Ø  Contoh 2:
Pada tanggal 6 Juni 2011 PT Pesantren Baru menjual barang dagangannya kepada PT Ngadirejo sebesar Rp 2.500.000 dengan syarat 3/10, n/30
Ø  Transaksi tersebut akan dicatat oleh PT Pesantren Baru dalam jurnal umum sebagai berikut:
6/6  Piutang Dagang                  Rp 2.500.000                 -
                           Penjualan                                 -             Rp 2.500.000

6.      Pencatatan transaksi retur penjualan dan pengurangan harga
Barang yang dijual ada kalanya dikembalikan oleh pembeli karena barangnya rusak atau tidak sesuai pesanan. Atas pengembalian barang tersebut dicatat akun retur penjualan dan pengurangan harga. Transaksi akun penjualan akan dicatat disisi debit dan mengkredit akun piutang dagang (apabila penjualan secara kredit) atau akan mengkredit akun kas (jika penjualan secara tunai)
Ø  Contoh 1 :
Pada tanggal 7 Juni 2011 PT Naharina menerima kembali barang yang telah dijual kepada PT Andalas sebesar Rp 200.000 karena rusak. (lihat contoh 1 pada transaksi penjualan diatas)
Ø Transaksi tersebut akan dicatat dalam jurnal umum sebagai berikut:
7/6  Retur Penjualan                  Rp 200.000                 -
                           Kas                                          -           Rp 200.000
Ø  Contoh 2:
Pada tanggal 8 Juni 2011 PT Ngadirejo menerima kembali barang yang telah dijual kepada PT Pesantren Baru sebesar Rp 500.000
Ø  Transaksi diatas akan dicatat oleh PT Ngadirejo dalam jurnal umum sebagai berikut:
8/8  Retur Penjualan            Rp 500.000                       -
                           Piutang Dagang               -                  Rp 500.000

7.      Pencatatan transaksi potongan tunai penjualan
Potongan tunai penjualan adalah potongan yang diberikan kepada pembeli karena pembeli membayar lebih awal dari jangka waktu pelunasan. Pencatatan transaksi potongan tunai penjualan akan dicatat dalam jurnal umum pada akun potongan tunai penjualan disisi debit.
Ø  Contoh :
Pada tanggal 10 Juni 2011 PT Ngadirejo melunasi utangnya sebagai pelunasan faktur kepada PT Pesantren Baru sebesar
Rp 2.500.000 dengan syarat 3/10, n/30.
Ø  Penyelesaiannya:
Jumlh. faktur 6 Juni 2011 dgn syarat 3/10, n/30  Rp 2.500.000
Potongan tunai 3% x Rp 2.500.000                    =Rp      75.000-
Jmlh. yg diterima PT Ngadirejo tgl 10 Juni’11  =Rp 2.425.000
Ø  Transaksi diatas akan dicatat oleh PT Ngadirejo dalam jurnal umum sebagai berikut:
10/6   Kas                                               Rp 2.425.000              -
          Pot.Penjualan                               Rp      75.000              -
                           Piutang Dagang                      -             Rp 2.500.000

8.      Pencatatan transaksi beban angkut penjualan
Jika dalam syarat penyerahan barang ditetapkan FOB Destination Point, biaya angkut barang sampai ke tempat pembeli menjadi tanggungan penjual. Pihak penjual akan mencatat biaya pengiriman barang pada akun beban angkut penjualan.
Ø  Contoh
Pada tanggal 20 Juni 2011 PT Sejahtera menjual barang dagangannya kepada PT Makmur dengan syarat 2/10, n/30. Syarat penyerahan barang FOB Destination Point. PT Sejahtera membayar biaya pengiriman barang sebesar Rp 50.000
Ø  Transaksi diatas akan dicatat oleh PT Sejahtera dalaam jurnal umum sebagai berikut:
         20/6  Beban Angkut Penjualan     Rp 50.000                -
               Kas                                          -              Rp 50.000
3.Buku Besar
Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam jurnal umum.Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.
4. Neraca Saldo
Neraca saldo adalah laporan atau daftar yang memuat akun saldo dari buku besar pada periode tertentu, biasanya pada akhir periode pembukuan. Neraca saldo disusun setelah semua transaksi yang terdapat di dalam jurnal dipindah bukukan ke dalam akun-akun yang bersangkutan. Neraca Saldo biasanya disiapkan pada akhir periode atau dapat juga disiapkan kapan saja untuk memastikan keseimbangan Buku Besar. Neraca Saldo disusun untuk memastikan bahwa Buku Besar secara matematis adalah akurat dengan pengertian bahwa jumlah saldo-saldo debet selalu sama dengan saldo-saldo kredit. Untuk lebih jelasnya
5.      Jurnal Penyesuaian
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo rekening-rekening ke saldo yang sebenarnya sampai dengan periode akuntansi, atau untuk memisahkan antara pendapatan dan beban dari suatu periode dengan periode yang lain.
Penyesuaian yang diperlukan  pada akhir periode di dalam suatu perusahaan dagang, pada umumnya tidak berbeda dengan penyesuian-penyesuaian yang dilakukan dalam perusahaan jasa. Pada perusahaan dagang yang berbeda hanya penyusunan penyesuaian akun persediaan barang dagang karena pada perusahaan jasa tidak  terdapat persediaan barang dagang. penyesuaian akun persediaan barang dagang dilakukan dua kali karena terdapat persediaan dagang awal dan persediaan barang dagang akhir.
Pada akhir periode, perusahaan melakukan perhitungan atas jumlah fisik persediaan yang ada di gudang. Dari perhitungan ini akan dapat diketahui jumlah unit barang yang ada di gudang (belum terjual) pada akhir periode. Jumlah unit ini kemudian dikalikan dengan harga pokok barang yang bersangkutan, sehingga dapat diketahui harga pokok persediaan yang ada pada akhir periode. Melalui perhitungan fisik ini harus dimasukkan kedalam pembukuan perusahaa, agar pembukuan dapat memberiakan informasi sesuai dengan keadaan yang sebenarnya pada aakhir periode. Proses untuk memasukkan data persedian akhir ke dalam pembukuan dapat dilakukan dengan membuat jurnal penyesuaian. Dengan jurnal penyesuaian ini akan dapat memberikan informasi mengenai persediaan akhir sekaligus juga HPP selama periode yang bersangkutan. HPP dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
·      Pembelian Bersih = Pembelian + Beban Angkut Pembelian – (retur pembelian + potongan pembelian)
·      HPP = Persediaan barang dagang awal + pembelian bersih – persediaan barang dagang akhir
Sejalan dengan rumus tersebut maka jurnal penyesuaian untuk mencatat HPP dan Persediaan Barang Dagang Akhir pada perusahaan adalah sebagai berikut:
1)      HPP                                                       Rp xxx                              -     Persediaan BD Awal                               -                Rp xxx
2)        HPP                                                       Rp xxx                              -     Pembelian                                                -                Rp xxx
3)        Persediaan BD Akhir                             Rp xxx                              -
HPP                                                            -                Rp xxx
 Apabila dalam buku besar terdapat akun-akunn yang berpengaruh atas pembelian seperti beban angkut pembelian, retur dan potongan pembelian maka saldo-saldo rekening-rekening tersebut harus dipindahkan kerekening HPP melalui jurnal penyesuaian sebagai berikut:
1)      HPP                                                       Rp xxx                                    -
         Beban Angkut Pemb.                        -                    Rp xxx

2)      Retur Pembelian                                    Rp xxx                                    -
HPP                                                  -                    Rp xxx
3)      Potongan Pembelian                              Rp xxx                                    -
HPP                                                  -                     Rp xxx
Sedangkan jurnal penyesuaian untuk pemakaian perlengkapan, beban dibayar dimuka, pendapatan diterima dimuka serta penyusutan aktiva tetap adalah sebagai berikut:
1.              Jurnal penyesuaian untuk pemakaian perlengkapan
Beban Perlengkapan                Rp xxx                                                -Perlengkapan                     -                               Rp xxx
2.              Jurnal penyesuaian untuk beban dibayar dimuka
Misalnya transaksi beban sewa, maka jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut:
Beban Sewa                                  Rp xxx                             -
Sewa dibayar Dimuka              -                          Rp xxx
3.              Jurnal penyesuaian untuk beban yang belum dibayar
Misalnya transaksi gaji yang belum dibayar, maka jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut:
Beban Gaji                                   Rp xxx                               -                       Utang Gaji                           -                                       Rp xxx
4.              Jurnal untuk penyusutan aktiva tetap
Misalnya transaksi penyusutan gedung, maka jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut :
Beban Penyusutan Gedung                 Rp xxx                       -
                        Akumulasi Peny. Gedung              -                    Rp xxx
6.  Kertas Kerja atau Neraca Lajur
Neraca Lajur adalah kertas kerja berkolom-kolom untuk memudahkan dalam membuat penyesuaian dan penyusunan laporan keuangan.
Dalam neraca lajur pada kolom penyesuaian dapat dilihat bahwa jurnal penyesuaian telah memindahkan saldo persediaan (awal), pembelian dan akun-akun yang berhubungan dengan pembelian ke akun baru yang disebut Harga Pokok Penjualan.
Pada kolom neraca saldo setelah disesuaikan terlihat bahwa akun persediaan barang dagangan menunjukkan saldo persediaan barang per akhir periode, sedangkan akun-akun Pembelian, Biaya Angkut Pembelian, Retur dan Potongan Pembelian, dan Potongan Pembelian tidak bersaldo lagi karena telah dipindahkan ke akun Harga Pokok Penjualan. Akun penjualan dan akun-akun yang berhubungan dengan penjualan tidak memerlukan penyesuaian.
Pada kolom rugi-laba, saldo akun Penjualan berada pada sisi kredit, sedangkan saldo akun Retur dan Potongan Penjualan dan Potongan Penjualan dicantumkan pada sisi debit, karena kedua akun tersebut akan mengurangi jumlah penjualan. Saldo akun Harga Pokok Penjualan dicantumkan pada sisi debit kolom rugi-laba, karena harga pokok penjualan adalah biaya.
7.      Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan hasil dari proses kegiatan akuntansi. Laporan keuangan merupakan informasi yang berkaitan dengan posisi keuangan, hasil usaha (kinerja), dan perubahan posisi keuangan suatu entitas bisinis (perusahaan) yang berguna bagi berbagai pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan.
Laporan keuangan dalam Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) terdiri atas laporan laba atau rugi, laporan perubahan modal dan neraca.

7.1.Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah salah satu laporan keuanagn yang menyajikan hasil jual beli barang dagangan, pendapatan lain-lain, dan beban usaha yang timbul dalam suatu periode tertentu dalam rangka memperoleh keuntungan.
Beban usaha pada perusahaan dagang dibedakan antara beban penjualan serta beban administrasi umum. Beban penjualan adalah biaya-biaya yang digunakan untuk kegiatan penjualan seperti beban gaji penjualan, beban iklan, beban perlengkapan toko, beban penyusutan gedung toko dan beban-beban lain yang berhubungan dengan kegiatan penjualan.
Sedangkan beban administrasi dan umum adalah beban usaha yang bersifat umum atau biaya yang tidak termasuk biaya penjualan.
7.2.Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal adalah yang berisi informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan perubahan modal dalam satu periode akuntansi.
7.3.Neraca
Neraca adalah laporan mengenai harta, utang, dan modal perusahaan pada periode tertentu. Neraca harus dapat menggambarkan posisi keuangan perusahaan. Oleh karena itu unsur-unsur harta, utang dan modal harus disuun secara sistematis.
8.      Jurnal Penutup
Jurnal penutup adalah ayat jurnal yang digunakan untuk menutup akun nominal kelompok beban dan pendapatan. Selain itu juga digunakan untuk menutup akun prive dan laba atau rugi. Proses penutupan buku dilakukan dengan uraian sebagai berikut:
a.      Penutupan Akun-akun Pendapatan
Akun pendapatan utama dalam perusahaan dagang adalah akun Penjualan. Mengingat bahwa akun ini memiliki dua buah akun pengurang, maka kedua akun tersebut dipindahkan lebih dahulu ke akun Penjualan, dan selanjutnya saldo akun Penjualan neto (setelah dikurangi dengan retur dan potongan penjualan, serta potongan penjualan) dipindahkan ke akun Rugi-Laba. Jurnal-jurnal penutup yang harus dibuat adalah sebagai berikut :

Penjualan.................................................. Rp xxx
Retur dan Potongan Penjualan............................... Rp xxx

Penjualan.................................................. Rp xxx
Rugi-Laba.............................................................. Rp xxx

Apabila perusahaan memiliki akun-akun pendapatan yang lain, seperti akun Pendapatan Sewa, Pendapatan Bunga, dan pendapatan lainnya, maka akun-akun tersebut juga harus ditutup ke akun Rugi-Laba dengan jurnal sebagai berikut :
Pendapatan sewa..................................... Rp xxx
Pendapatan bunga.................................... Rp xxx
Rugi-Laba.............................................................. Rp xxx

b.      Penutupan Akun-akun Biaya
Tahapan selanjutnya yaitu memindahkan saldo-saldo semua akun biaya ke akun Rugi-Laba dengan jurnal penutup sebagai berikut :

Rugi-Laba............................................................ Rp xxx
Harga pokok penjualan........................................................... Rp xxx
Biaya-biaya............................................................................. Rp xxx

c.       Penutupan Akun Rugi-Laba
Setelah semua akun pendapatan dan akun biaya ditutup, maka akun-akun tersebut tidak memiliki saldo lagi (saldonya nol rupiah), karena dengan melakukan posting jurnal-jurnal penutup diatas, semua akun nominal telah berpindah ke akun Rugi-Laba. Tahap selanjutya adalah menutup akun Rugi-Laba ke akun Modal dengan membuat jurnal penutup sebagai berikut :

Rugi-Laba................................................ Rp xxx
Modal, xxx............................................................. Rp xxx

d.   Penutupan Akun Prive
Pada perusahaan perseorangan saldo akun Prive pada akhir tahun harus ditutup ke akun Modal dengan menggunakan jurnal penutup sebagai berikut :

Modal, xxx............................................................. Rp xxx
Prive, xxx.................................................................................. Rp xxx


DAFTAR RUJUKAN

Jusup, Haryono. 2005. Dasar-dasar Akuntansi.Yogyakarta: STIE YKPN Yogyakarta.
Rusdarti dan Kusmuriyanto. 2008. Ekonomi Fenomena di Sekitar Kita 3. Solo: Platinum.
MGMP Dinas Pendidikan Kota Kediri. 2010 .Ekonomi. Kediri: Intan Pariwara.
Nurhuda, Arif. 2009. Buku Besar dalam Dasar-dasar Akuntansi, (Online), (http://dasar-akuntansi.blogspot.com/2009/09/buku-besar-dasar-dasar-akuntansi.html), diakses tanggal 17 April 2012.
Nurhuda, Arif. 2009. Neraca Saldo dalam Dasar-dasar Akuntansi, (Online), (http://dasar-akuntansi.blogspot.com/2009/09/neraca-saldo-dasar-dasar-akuntansi.html), diakses tanggal 17 April 2012.
Castalie, Tania. 2011. Akuntansi Perusahaan Dagang, (http://taniacastalie.wordpress.com), diakses tanggal 21 April 2011.